Kota metropolitan Kansai yang ramai, di mana layar-layar siber memenuhi lanskap neon, mungkin tampak seperti utopia teknologi pada pandangan pertama. Namun di lorong-lorong gelap di sekitar gedung-gedung yang terang benderang, masih ada sisi gelap kriminal yang tak kenal ampun dalam bentuk buronan yang dikenal sebagai “Akudama.”
Tidak asing dengan individu-individu ini, polisi Kansai memulai hitungan mundur menuju eksekusi publik terhadap seorang Akudama terkenal bernama “Cutthroat,” yang bersalah karena membunuh 999 orang. Namun, sebuah pesan misterius dikirim ke beberapa Akudama elit, meminta mereka untuk membebaskan Cutthroat dengan imbalan sejumlah uang yang besar. Sebuah tangan tak terlihat berusaha mengumpulkan tokoh-tokoh berbahaya ini di satu tempat, memastikan bahwa eksekusi tersebut akan segera berlangsung dan berubah menjadi pertumpahan darah besar-besaran.